Dariku,
Sepasang,
04/12/2021.
Surat Pertama :
04/12/2021.
Surat Pertama :
Dibatas kota, sepasang mata membelai angkasa.
Seutas benang warna pelangi, menari dihias tawamu seindah mentari.
Semburat warna jingga, dalam dekapmu laut dan muara.
Palung terdalam terbenam dibola mata, terisak membagi separuh luka.
Dalam labirin entah apa namanya, bersandar pada lakon utama
Lembar kertas merah delima, memelukku meremuk dalam bayangmu.
Sesekali sendu, sorot cahaya dalam kelam lingkaran.
Tersesat didalam aku.
Melebur, menghibur, hilang, menengadah menghapus puing-puing kehancuran.
Secarik syair merombak dadaku.
Terpisah sudah antara aku dalam baitmu dan kau dalam kemasygulanku.
Seutas benang warna pelangi, menari dihias tawamu seindah mentari.
Semburat warna jingga, dalam dekapmu laut dan muara.
Palung terdalam terbenam dibola mata, terisak membagi separuh luka.
Dalam labirin entah apa namanya, bersandar pada lakon utama
Lembar kertas merah delima, memelukku meremuk dalam bayangmu.
Sesekali sendu, sorot cahaya dalam kelam lingkaran.
Tersesat didalam aku.
Melebur, menghibur, hilang, menengadah menghapus puing-puing kehancuran.
Secarik syair merombak dadaku.
Terpisah sudah antara aku dalam baitmu dan kau dalam kemasygulanku.
First Step
Coming Soon, sayang.
ck,. Angkasa woy ge mudik lah gw:"
BalasHapusngeng
Hapusdiksi oy diksi yu bismilah
BalasHapuswkwkwkwk proyek ini ga ada sangkut pautnya sama novelnya padahal, tapi isokeh bgt sih udah support Asa. Semoga matinya di syair doang ya, disekuel 2 engga HAHAHAHAH
Hapus